Beasiswa Semen Gresik
Program Beasiswa Semen Gresik Jangan Lupakan Pendidikan Bagi Rakyat Miskin
Sekolah favorit dan sekolah berkualitas hanya akan dinikmati kalangan menengah atas. Sedangkan orang miskin akan memperoleh pendidikan berkualitas rendah. Anak-anak orang berpunya akan memperoleh pendidikan bagus. Sedangkan anak-anak orang miskin ibaratnya hanya bisa baca tulis.
TAHUN ajaran baru datang lagi. Inilah perayaan kepusingan tahunan bagi orang tua. Setiap memasuki tahun ajaran baru, berarti harus ada pengeluaran ekstra, entah itu untuk masuk ke sekolah ataupun pendaftaran ulang, belum lagi uang buku dan seragam. Tahun ajaran baru identik dengan pengeluaran uang.
Setiap memasuki bulan Juni-Juli seperti sekarang ini, tak heran, omzet pegadaian selalu naik, bahkan sampai 30-40 persen. Rupanya banyak orang tua yang menggadaikan barang untuk menyekolahkan anak. Toko emas juga kebanjiran orang jual perhiasan. Bisnis lain, seperti mobil bekas, juga lesu setiap pertengahan tahun.
Bagi orangtua yang mampu jelas tidak masalah. Mereka tak memikirkan biaya sekolah buat anaknya. Tetapi, kita tahu, sebagian besar masyarakat kita adalah kelas bawah yang sangat rentan terhadap biaya. Ketika disodori biaya pendidikan, berapa pun nilainya, maka mereka kalang kabut untuk mencari uang demi sekolah anak-anaknya. Memang, sebetulnya untuk SD dan SMP negeri tidak ada lagi pungutan bagi siswa yang baru masuk alias gratis, kecuali untuk sekolah unggulan dan percontohan. Tetapi kenyataannya, masih banyak SD dan SMP negeri yang dengan berbagai dalih menarik uang dari orang tua murid, tentu dengan biaya yang tidak murah.
Lain memang untuk swasta, pemerintah tidak membuat aturan mengenai biaya yang dibebankan kepada orang tua murid. Setiap sekolah dibebaskan untuk menarik uang berapa pun dari orang tua murid. Semakin bagus sekolah tersebut, semakin mahal uang masuknya. Repotnya, banyak anak-anak dari orangtua miskin yang tidak bisa masuk negeri. Kenapa? Karena mereka tidak bisa bersaing dengan anak-anak orang mampu yang di luar jam sekolah mereka ikut les tambahan. Kebanyakan mereka yang ikut les itu yang bisa lolos di sekolah bagus, dan itu jelas bukan anak orang miskin.
Dengan kondisi seperti itu, terlihat bahwa anak-anak orang miskin ini makin sulit bersaing untuk masuk ke sekolah negeri, apalagi yang favorit. Mereka akhirnya masuk ke swasta, itu pun pasti yang kualitasnya rendah. Padahal, sejelek apa pun sekolah swasta, tetap harus mengeluarkan biaya uang masuk, maupun uang seragam dan buku.
Di sinilah, kebijakan yang dilakukan kalangan pengusaha dan industri di Kabupaten Gresik patut dicatat. Sebanyak 1.650 pelajar mendapat bantuan beasiswa dari PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Penyerahan dilakukan Direktur Utama PT SG Ir Dwi Soetjipto di Wisma A Yani, Senin (2/7) lalu. Tahun ini SG mengucurkan beasiswa Rp 594 juta untuk lima kecamatan di Kabupaten Tuban dan dua kecamatan di Kabupaten Gresik. Acara dalam rangka menyambut SG dengan tema SG Peduli Pendidikan berlangsung semarak.
Dwi Soetjipto menegaskan alasan mengapa SG sangat peduli terhadap pendidikan, karena di masa mendatang Indonesia butuh SDM yang mumpuni. Selain memberikan beasiswa, perusahaan juga fokus pada pada pemberian sponsor bersifat ilmiah, pemberian penghargaan untuk siswa berprestasi. “Semoga langkah yang dilakukan SG bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan Indonesia,” tuturnya.
Sayangnya, bantuan beasiswa itu tidak secara jelas diarahkan untuk beasiswa pelajar dari kaum miskin. Padahal, di wilayah Kabupaten Gresik angka kemiskinan pada tahun 2007, ternyata masih tergolong tinggi. Betapa tidak, dari jumlah penduduk 1.060 jiwa, angka masyarakat miskinnya mencapai 257 ribu jiwa lebih. Mereka tersebar di 18 kecamatan. “Untuk itu, Pemkab Gresik akan berupaya keras untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut,” ujar Sekretaris Bappeda, Agus Budiono, didampingi Kabag Humas, Drs Mighfar Syukur.
Memang, jumlah angka kemiskinan tersebut terhitung sejak tahun 2006. Bahkan, pada tahun 2007 jumlahnya justru meningkat. Peningkatan itu berjalan seiring dengan terus bertambahnya angka pengangguran di Kabupaten Gresik. Hal itu diakibatkan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) serta sulitnya masyarakat mendapatkan lapangan pekerjaan. Kondisi inilah yang mengakibatkan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik dari tahun ke tahun tidak menurun tetapi justru meningkat.
Dari tingkat kemiskinan yang meningkat itu, tentu jumlah siswa dari keluarga miskin pun menyertai. Mereka itulah yang seharusnya juga mendapat perhatian untuk memperoleh dana beasiswa itu. Karena itu, pemegang kebijakan di daerah inilah yang semestinya mengambil inisiatif untuk mengarahkan dana Committee Development guna meningkatkan pendidikan bagi kaum miskin.
Itulah yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah: bagaimana memberikan kualitas yang baik kepada rakyat miskin dan bagaimana bisa memerdekakan orang miskin dari tempurung kebodohan. Jika ini tidak dipikirkan, maka kelak orang-orang berhasil dan makmur di negeri ini akan diisi oleh anak-anak mereka yang sekarang orang berpunya. Di sisi lain, anak orang miskin akan sulit lepas dari kemiskinannya, orang miskin akan terus miskin karena kebodohan yang diciptakan oleh sistem. (riadi ngasiran)
================
Info Beasiswa Indonesia Sekolah Diploma S1 S2 S3 dalam negeri dan luar negeri
on September 11th, 2009 at 8:56 pm
saya anak yang berjuang untuk sekolah dengan usaha kerassaya mulai SMA sampai sekarang kuliah si STITAF salah satu perguruan tinggi di lamongan semerter 5. yang nantinya akn mengeluarkan uang banyak untuk skripsi,wisuda dan KKN dan aku juga inggin ke S2 nantinya . bapak atau ibu tolong bantunaya bagai mana mendapat beasiswa untuk membiyayai kuliah aku itu . mohon bantuanya ke surat sdaya secepatnya